Beberapa Toko Online Indonesia Yang Menerima Pembayaran PayPal

 

Jika anda sudah mempunyai akun PayPal di Indonesia tentunya sudah umum digunakan untuk berbisnis online dalam menerima pembayaran ataupun digunakan untuk berbelanja online (E-Commerce) dari merchant atau toko online luar negeri seperti di Ebay dsb.

PayPal cukup populer didunia termasuk di Indonesia karena selain proses pembuatan dan verifikasinya mudah dibandingkan dengan yang lain juga sangat secure (aman) digunakan untuk menyimpan data kartu kredit dan debit serta password kita yang tidak perlu diserahkan kepihak merchant setiap memproses transaksi. Selain kartu kredit dan debit kita juga dapat berbelanja dengan saldo PayPal jika tersedia di akun kita. PayPal didunia juga secara umum lebih sering dipakai sebagai standar pembayaran daripada payment gateway lainnya baik untuk transaksi online lokal maupun global/cross border secara cepat dan praktis seperti halnya kartu kredit dan juga transfer dana antar sesama pengguna PayPal seperti halnya antar bank.

Terlebih lagi adanya fitur anti fraud seperti Seller Protection dan Buyer Protection yang membuat semua pihak merasa lebih aman dan nyaman untuk menggunakan PayPal.

Namun untuk transaksi E-Commerce dalam negeri mungkin PayPal masih jarang digunakan dibandingkan payment gateway lain karena PayPal belum mendukung pengiriman dan penerimaan pembayaran dalam currency IDR (Rupiah) namun hanya dalam pilihan USD dan beberapa mata uang lainnya, dimana dengan adanya konversi dan fees tambahan dari PayPal dan pihak bank (termasuk transaction fees juga) membuat pelaku E-Commerce di Indonesia kebanyakan tidak memakai PayPal sebagai payment gateway mereka.

Hal ini antara lain mungkin karena regulasi pihak BI (Bank Indonesia)/Pemerintah yang mengatur kebijakan peredaran mata uang Rupiah ataupun juga PayPal sebagai entitas pihak luar yang belum membuka kantor perwakilan sebagai lembaga keuangan ataupun perbankan yang resmi terdaftar di Indonesia khususnya di Otoritas Jasa Keuangan/OJK dan dijamin Lembaga Penjamin Simpanan/LPS (dan mungkin juga karena ada pertimbangan lain) sehingga praktek transfer dan penyimpanan saldo PayPal dalam mata uang Rupiah di akun PayPal (luar) mungkin belum bisa “direstui” penuh seperti di bank lokal biasa dst.

Juga sudah dinyatakan oleh BI bahwa hanya mata uang Rupiah saja sebagai alat pembayaran yang syah di Indonesia (hanya untuk transaksi didalam negeri), baik dalam wujud fisik tunai langsung ataupun non tunai/elektronik/internet yang dijamin oleh pihak bank. Namun bukan berarti alat/metode pembayaran yang lain tidak boleh digunakan/ilegal seperti misalnya Barter, Voucher/Code, Giftcard, Potong Pulsa, Bitcoin, PayPal (non Rupiah) dsb, namun hanya saja tidak didukung/dijamin secara resmi oleh BI/Pemerintah sehingga kembali lagi ke kesepakatan masing-masing pihak yang bertransaksi, dst.

Sebagai tambahan PayPal sudah membuka kantor perwakilannya (internasional) dinegara tetangga kita yaitu Malaysia dan Singapura (yang juga mengurus pengguna PayPal di Asia/Indonesia, khususnya salah satu stafnya yaitu Pak Syukri hehe, thanks Pak), dan juga kedua mata uang negara tersebut MYR/RM (Ringgit Malaysia) dan SGD (Dollar Singapura) sudah didukung sebagai standard currency PayPal (hanya berlaku bagi warga negara tersebut), begitu juga dengan Ebay Malaysia dan Singapura.

Tidak hanya Rupiah tapi memang tidak semua mata uang bisa disupport oleh PayPal. PayPal selalu mengikuti aturan kebijakan negara-negara yang dilayaninya, termasuk Indonesia. Mudah-mudahan kedepannya Rupiah juga bisa disupport, dan PayPal suatu saat juga bisa membuka kantornya di Indonesia seperti Google dsb.

Mungkin hal itulah juga yang menjadi penyebab Ebay belum juga membuka resmi secara lokal situs Ebay Indonesia (saat ini hanya sebatas front page saja), namun kini sebagai gantinya sudah ada alternatif situs lokal ebay.blanja.com dari pihak Telkom yang sudah bekerjasama resmi dengan Ebay dengan jasa penjualan dan pembelian yang juga terhubung dengan pedagang disitus Ebay lainnya didunia khususnya Ebay.com (US). Hal yang cukup menarik adalah Ebay Blanja.com sepertinya tidak/belum menawarkan opsi pembayaran PayPal seperti standar payment gateway Ebay lainnya didunia, mungkin juga karena kini entitas Ebay dan PayPal keduanya sudah berpisah. Metode pembayaran Ebay Blanja.com dengan kartu kredit dan debit tetap tersedia selain metode lainnya seperti ATM transfer dsb.

Namun sudah ada beberapa toko online di Indonesia yang menerima opsi pembayaran via PayPal untuk pembeli dalam negeri dan khususnya luar negeri dalam mata uang dollar yang nantinya dikonversi ke Rupiah. Selain menawarkan metode ATC/checkout langsung beberapa diantara mereka hanya menyatakan menerima PayPal dengan kirim pembayaran dan invoice (biasanya untuk pembeli asal luar negeri). Selain itu mereka juga menyediakan opsi pembayaran lainnya yang sudah umum untuk masyarakat Indonesia seperti transfer banking, kartu kredit, COD dsb.

Namun perlu diingat jika hendak menggunakan opsi pembayaran PayPal untuk barang atau jasa yang harganya dalam Rupiah anda juga harus memperhatikan konversi yang ada (umumnya Dollar ke Rupiah), juga beberapa toko online membebankan fee pemrosesan transaksi PayPal ke pembeli sebagai surcharge (terkadang sama halnya seperti dengan pembayaran kartu kredit). Jika ternyata kurang ekonomis maka anda sebaiknya menggunakan opsi pembayaran lainnya langsung dalam Rupiah seperti transfer banking, kartu kredit, COD dsb sebagaimana disebutkan diatas.

Untuk opsi pembayaran kartu kredit/debit langsung beberapa toko online juga mungkin menyediakan opsi PayPal sebagai payment gateway yang nantinya memproses pembayaran dari kartu kredit anda tanpa memerlukan akun PayPal sama sekali.

Berikut adalah contoh beberapa (sepuluh) toko online Indonesia yang juga menerima opsi pembayaran via PayPal selain opsi pembayaran tersedia lainnya:

  1. Qoo10: https://www.qoo10.co.id/ (marketplace)
  2. Deal Extreme: http://www.dealextreme.co.id (marketplace)
  3. P-Store.Net: https://p-store.net/ (marketplace dan jasa)
  4. Belbuk: https://www.belbuk.com/ (toko buku)
  5. Kazoustore: http://kazoustore.com/ (toko busana)
  6. Allvitayani: http://www.allvitayani.com/ (toko busana)
  7. Kodemaya: http://www.kodemaya.com/ (desain website)
  8. Webindoshop: http://webindoshop.com (desain website dan toko online)
  9. Rumah Web: https://www.rumahweb.com (layanan hosting)
  10. Sea Gamer: https://www.seagm.com/id/ (jual kode game dan voucher)

Dst mungkin masih banyak lagi, bisa anda Google sendiri dengan keyword misalnya “menerima pembayaran PayPal” dst.

Yang paling penting untuk keamanan online anda dimanapun agar juga bisa selalu membedakan mana yang toko online legit/asli dan mana yang scam/menipu. Bisa dilihat dari review situsnya dulu di internet dsb. Juga jika ada yang membutuhkan registrasi akun selalu buatlah password yang secure/aman dan selalu bedakan login password anda baik dengan password Email maupun PayPal, ini vital karena ketiganya sebaiknya harus saling berbeda untuk mencegah anda menjadi sasaran empuk para hacker dan fraudster/scammer kedepannya.

Akhirnya hanya sekedar info dan alternatif saja, namun semoga bisa juga bermanfaat khususnya buat anda sebagai pengguna PayPal, salam… 🙂

Pembelian Di Google Play Store dan Google Payments Dengan Kartu Debit/ATM Rekening Tabungan Lokal

en_badge_web_generic

Jika anda sering membeli aplikasi, games, e-book dsb atau membayar Google AdWords, Play Developer, Cloud, Drive dsb seperti juga di Google Play Store dan Google Payments, kini selain menggunakan metode pembayaran seperti Kartu Kredit (Umum), Potong Pulsa/Carrier Billing (Google Play), Transfer Bank (Google AdWords), dan Kode Voucher/Kartu Hadiah/Gift Card (Google Play) maka anda sudah dapat juga menggunakan beberapa macam (tidak semua bank) Kartu Debit keluaran Bank lokal dibawah ini yaitu (mudah-mudahan bisa terus bertambah kedepannya)*:

1. Kartu Debit Visa Bank Permata
2. Kartu Debit Visa BTN
3. Kartu Debit Visa Jenius BTPN
4. Kartu Debit Mastercard BNI (VCN BNI Debit Online)
5. Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (Virtual Mastercard Octopay)

*Catatan: Beberapa kartu debit bank lainnya yang juga bisa online seperti Kartu Debit Visa Bank Mandiri (Mandiri Debit Online) saat ini hanya mendukung transaksi online dengan fitur 3dsecure/VBV, jadi tidak bisa dipakai untuk transaksi Google karena pembayaran Google tidak menggunakan fitur 3dsecure. Berbeda dengan kartu kreditnya kebanyakan kartu debit bank lokal di Indonesia lainnya saat tulisan ini dibuat masih belum bisa digunakan full untuk transaksi online.

Cukup login ke Akun Google Play/Payments Center/Adwords/Billing lalu pilih metode pembayaran dengan kartu kredit/debit dan masukkan/simpan Nama, 16 Digit Nomor Kartu Debit, Expiry Date, Kode CVV 3 angka dibelakang kartu dan Alamat Penagihan sesuai nama dan alamat terdaftar direkening anda. Selebihnya pembayaran akan bekerja seperti dengan kartu kredit biasa. Semoga bisa membantu. 🙂

Catatan:
– Karena ini adalah Kartu Debit bukan Kartu Kredit, pastikan saldo tabungan anda yang terhubung dengan kartu debit cukup. Juga perlu diingat setiap penambahan kartu baru pada saat pertama kali maka pihak Google akan menerapkan “Card Authorization Hold” (pra-otorisasi/otorisasi sementara) sebesar sekitar Rp 10.000,00 (akun Indonesia) untuk mengecek apakah kartu valid/bisa dipakai transaksi, dimana biasanya akan di void/refund kemudian. Limit transaksi kartu kredit/debit mungkin berlaku.
– Pendebitan transaksi pada kartu kredit/debit dilakukan dalam Indonesian Rupiah (Rp/IDR) di Region Indonesia (currency sesuai negara dan alamat penagihan kartu kredit/debit).
– Khusus untuk pemakaian kartu virtual seperti VCN BNI dan Octopay CIMB Niaga yang bersifat temporer ataupun terbatas, sebaiknya tidak disimpan terus diakun jika sudah tidak valid/expired namun hanya dipakai pada saat checkout pembelian selagi masih valid (untuk fitur kartu virtual yang debit/umurnya terbatas juga akan sering gagal/ditolak jika sudah tidak valid/expired). Jika ada refund/pengembalian dana kedepannya juga akan agak sedikit lebih sulit jika kartu virtual sudah tidak valid.
– Untuk pembelian khususnya yang bersifat pre-order ataupun subscription/langganan/recurring yang didebit otomatis kemudian (fitur auto debit/autodebet) juga sebaiknya hanya menggunakan kartu kredit atau kartu debit fisik lain saja yang bukan virtual (more recommended) atau bukan temporer seperti Debit Permata, BTN, dan Jenius BTPN karena permanen/lama sesuai expiry date yang berlaku. Note/Update: untuk kartu debit BTN saat ini dari banknya mungkin masih belum dapat digunakan untuk transaksi online yang bersifat langganan/ditagihkan kedepan (masih tahap pengembangan) namun hanya untuk transaksi online pembayaran langsung.
– Meskipun Google telah menyatakan secara spesifik metode pembayaran dengan kartu virtual tidak dapat digunakan: https://support.google.com/payments/answer/6220309?hl=id secara teknis mungkin tetap bisa, namun terlalu sering menggunakan kartu yang berbeda-beda untuk pembayaran seperti kartu virtual temporer mungkin dapat menyebabkan “red flag” pada akun anda oleh sistem anti fraud Google dan juga melanggar kebijakan Google dsb, sehingga tetap lebih dianjurkan juga menggunakan kartu kredit atau kartu debit fisik lain saja yang bukan virtual (more recommended) atau bukan temporer seperti Debit Permata, BTN, dan Jenius BTPN karena permanen/lama sesuai expiry date yang berlaku.

Gmail - Tanda Terima Pesanan Google Play Anda dari 2017 Apr 1jpg_Page1

SUMBER: http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Pembelian Di Apple App Store dan Itunes Store Region Indonesia Dengan Kartu Debit/ATM Rekening Tabungan Lokal:
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/pembelian-di-apple-app-store-dan-itunes-store-region-indonesia-dengan-kartu-debitatm-rekening-tabungan-lokal/

Pembelian Di Apple App Store dan Itunes Store Region Indonesia Dengan Kartu Debit/ATM Rekening Tabungan Lokal

apple-store-complaints-department-logo

itunes-app-store-logo

itunes.jpg

Jika anda sering membeli aplikasi, games, lagu dsb di App Store dan Itunes Store, bahkan mungkin berbelanja gadget Apple terbaru di Apple Store dsb, kini selain menggunakan metode pembayaran seperti Kartu Kredit (Umum) dan Kartu Hadiah/Kode Konten/Itunes Gift Card Region Indonesia (metode pembayaran lain seperti PayPal dan Potong Pulsa belum tersedia di Region Indonesia saat ini) maka anda sudah dapat juga menggunakan beberapa macam (tidak semua bank) Kartu Debit keluaran Bank lokal dibawah ini yaitu (mudah-mudahan bisa terus bertambah kedepannya)*:

1. Kartu Debit Visa Bank Permata
2. Kartu Debit Visa BTN
3. Kartu Debit Visa Jenius BTPN
4. Kartu Debit Mastercard BNI (VCN BNI Debit Online)
5. Kartu Debit Mastercard Bank CIMB Niaga (Virtual Mastercard Octopay)

*Catatan: Beberapa kartu debit bank lainnya yang juga bisa online seperti Kartu Debit Visa Bank Mandiri (Mandiri Debit Online) saat ini hanya mendukung transaksi online dengan fitur 3dsecure/VBV, jadi tidak bisa dipakai untuk transaksi Apple/Itunes karena pembayaran Apple/Itunes tidak menggunakan fitur 3dsecure. Berbeda dengan kartu kreditnya kebanyakan kartu debit bank lokal di Indonesia lainnya saat tulisan ini dibuat masih belum bisa digunakan full untuk transaksi online.

Cukup login ke Apple ID/App/Itunes Store lalu pilih metode pembayaran dengan kartu kredit/debit dan masukkan/simpan Nama, 16 Digit Nomor Kartu Debit, Expiry Date, Kode CVV 3 angka dibelakang kartu dan Alamat Penagihan sesuai nama dan alamat terdaftar direkening anda. Selebihnya pembayaran akan bekerja seperti dengan kartu kredit biasa. Semoga bisa membantu. 🙂

Catatan:
– Karena ini adalah Kartu Debit bukan Kartu Kredit, pastikan saldo tabungan anda yang terhubung dengan kartu debit cukup. Juga perlu diingat setiap penambahan kartu baru pada saat pertama kali maka pihak Apple/Itunes akan menerapkan “Card Authorization Hold” (pra-otorisasi/otorisasi sementara) sebesar sekitar Rp 10.000,00 (akun Indonesia) untuk mengecek apakah kartu valid/bisa dipakai transaksi, dimana biasanya akan di void/refund kemudian. Limit transaksi kartu kredit/debit mungkin berlaku.
– Akun Apple/Itunes bersifat spesifik tiap negara, anda mungkin hanya dapat menggunakan kartu kredit/debit Indonesia untuk pembayaran Store di Indonesia, tidak bisa dinegara lain seperti US.
– Pendebitan transaksi pada kartu kredit/debit dilakukan dalam Indonesian Rupiah (Rp/IDR) di Region Indonesia (currency sesuai negara dan alamat penagihan kartu kredit/debit).
– Khusus untuk pemakaian kartu virtual seperti VCN BNI dan Octopay CIMB Niaga yang bersifat temporer ataupun terbatas, sebaiknya tidak disimpan terus diakun jika sudah tidak valid/expired namun hanya dipakai pada saat checkout pembelian selagi masih valid (untuk fitur kartu virtual yang debit/umurnya terbatas juga akan sering gagal/ditolak jika sudah tidak valid/expired). Jika ada refund/pengembalian dana kedepannya juga akan agak sedikit lebih sulit jika kartu virtual sudah tidak valid.
– Untuk pembelian khususnya yang bersifat pre-order ataupun subscription/langganan/recurring yang didebit otomatis kemudian (fitur auto debit/autodebet) juga sebaiknya hanya menggunakan kartu kredit atau kartu debit fisik lain saja yang bukan virtual (more recommended) atau bukan temporer seperti Debit Permata, BTN, dan Jenius BTPN karena permanen/lama sesuai expiry date yang berlaku. Note/Update: untuk kartu debit BTN saat ini dari banknya mungkin masih belum dapat digunakan untuk transaksi online yang bersifat langganan/ditagihkan kedepan (masih tahap pengembangan) namun hanya untuk transaksi online pembayaran langsung.
– Meskipun Apple tidak menyatakan secara spesifik apakah metode pembayaran dengan kartu virtual dapat digunakan: https://support.apple.com/id-id/HT202631 secara teknis mungkin tetap bisa, namun terlalu sering menggunakan kartu yang berbeda-beda untuk pembayaran seperti kartu virtual temporer mungkin dapat menyebabkan “red flag” pada akun anda oleh sistem anti fraud Apple dsb, sehingga tetap lebih dianjurkan juga menggunakan kartu kredit atau kartu debit fisik lain saja yang bukan virtual (more recommended) atau bukan temporer seperti Debit Permata, BTN, dan Jenius BTPN karena permanen/lama sesuai expiry date yang berlaku.

gmail-struk-anda-dari-apple-jpg_page1

SUMBER: http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html

Pembelian Di Google Play Store dan Google Payments Dengan Kartu Debit/ATM Rekening Tabungan Lokal:
https://amirz123.wordpress.com/2017/01/14/pembelian-di-google-play-store-dan-google-payments-dengan-kartu-debitatm-rekening-tabungan-lokal/

BEBERAPA TIPS MENGHINDARI KEGAGALAN TRANSAKSI ONLINE DENGAN KARTU KREDIT/DEBIT

 

1. Block/Limit Transaksi Online Pihak Bank dan Jenis Card Network:

– Pastikan kartu kredit khususnya debit mempunyai logo (prinsipal/card network) Visa/Mastercard (umum) dan sudah didukung/diaktifkan untuk fitur transaksi online/tanpa kehadiran kartu fisik (Internet/CNP/MOTO) oleh bank penerbit. Hubungi atau kunjungi situs bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya. Untuk prinsipal kartu kredit lain yang bisa adalah seperti American Express, JCB, Discover dsb (meskipun masih kurang umum di Indonesia).
– Pastikan untuk jenis kartu Visa digunakan pada merchant yang ada logo Visanya, Mastercard pada yang ada logo Mastercard, dst (kadang ada beberapa merchant yang tidak menerima card network tertentu) seperti jika menggunakan PayPal ada logo PayPalnya, Skrill ada logo Skrillnya, dst.
– Harap diperhatikan tidak semua kartu khususnya kartu debit yang bahkan sudah berlogo Visa/Mastercard mendukung penuh transaksi online (block/limit transaksi online/CNP=0 atau tergantung kebijakan bank penerbit/card issuer) dengan alasan fraud risk (resiko dibobol) dsb, atau hanya bisa bertransaksi online terbatas dengan CVV, 3dsecure/VBV setelah fiturnya diaktifkan, atau mempunyai block/limit pada jenis transaksi/online tertentu i.e response code “do not honor/declined” (ditolak) ataupun perlu otorisasi manual (authorization request) terpisah dsb. Hubungi bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya.
– Beberapa bank penerbit kartu mensyaratkan (mandatory) pemakaian CVV ataupun 3dsecure wajib untuk setiap transaksi online. Kartu dengan persyaratan tersebut mungkin tidak bisa digunakan dibeberapa merchant seperti Amazon dan PayPal.
– Beberapa bank penerbit kartu mungkin ada yang tidak mengizinkan (block/limit) pemakaian kartu secara internasional ataupun dilokasi tertentu, merchant tertentu, diluar Indonesia/negara tertentu, jenis transaksi tertentu, atau selain mata uang Rupiah dsb (restricted). Hubungi bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya.

2. Merchant/Payment Gateway:

– Tidak semua online merchant/payment gateway baik lokal maupun internasional dapat menerima order dari customer ataupun kartu kredit/debit yang bukan berasal dari negaranya, ataupun bisa juga memblock BIN (Bank Identification Number) kartu kredit/debit asal negara tertentu (filtered). Baca keterangan/FAQ disitusnya atau bertanya dulu sebelum bertransaksi. Selain itu ada beberapa jenis barang/komoditas yang memang bersifat “restricted” untuk dijual/dikirim keluar negaranya dsb.
– Jika dapat menerima order biasanya sistem keamanan (anti fraud) merchant/payment gateway akan kembali mengecek kecocokan antar data dari customer sebelum mengapprove suatu transaksi/order untuk mencegah fraud (yaitu kecocokan antara alamat/asal negara, IP address, dan BIN negara bank penerbit kartu kredit dsb). Kadang akan menjadi suatu kecurigaan (red flag) misalnya jika memakai IP Indonesia, nomor kartu kredit keluaran US, tapi alamat pengiriman di Sudan dsb (karena itulah kadang lebih baik memakai kartu kredit dan debit bank lokal sesuai lokasi IP/negara pengiriman untuk transaksi online daripada prepaid debit card keluaran luar seperti Payoneer, Neteller, Ecopayz dsb). Beberapa merchant juga mungkin dapat menerapkan limit pembelanjaan tertentu dengan kartu kredit/debit/PayPal khususnya pada customer baru biasanya untuk alasan keamanan, meskipun bisa juga karena keterbatasan stock termasuk untuk pembelian pre-order.
– Perhatikan opsi pembayaran yang tersedia. Jika memakai opsi kartu kredit/debit apakah bank penerbit kartu sudah mendukung/diaktifkan fitur 3dsecure ataupun AVS (US) jika disyaratkan/wajib oleh merchant, apakah shipping dan billing address tidak berjauhan/masih 1 negara, jika memakai PayPal apakah sudah statusnya sudah terverifikasi atau dengan/tanpa confirmed address, dsb. Pastikan semua syarat yang diperlukan terpenuhi. Jika tidak tanyakan ke pihak merchant untuk alternatif opsi lainnya.
– Untuk pembayaran via PayPal beberapa merchant lebih suka dengan alamat Email PayPal yang sama dengan Email yang dipakai ketika membuat akun buyer sebelumnya di situs merchant. Begitu juga dengan alamat pengiriman yang sama dengan yang tersimpan di akun PayPal khususnya dengan confirmed address dengan status akun terverifikasi.- Tergantung opsi pengiriman yang diberikan, baik pihak merchant/seller maupun beberapa customer/buyer lebih senang dengan metode pengiriman yang cepat dan mempunyai tracking, meskipun mungkin dengan cost yang lebih besar untuk buyer.
– Beberapa merchant yang mungkin agak “strict” mungkin bisa saja menerapkan verifikasi tambahan untuk customer baru/first order seperti kesiapan upload scan KTP/ID, CC billing statement, panggilan telepon dsb sebagai syarat transaksi/order diterima untuk mencegah resiko fraud. Kesiapan mungkin dibutuhkan.
– Jangan menggunakan email yang disposable (temporer/daur ulang) karena dapat ditolak oleh merchant untuk alasan keamanan.
– Untuk pembelian yang bersifat pre-order dan subscription/langganan yang tagihannya di charge belakangan atau hanya dicharge ketika barang sudah dikirimkan/periode service baru dimulai sebaiknya tidak menggunakan Kartu Kredit/Debit yang hendak habis masa expire dan Kartu Virtual yang umurnya terbatas. Juga beberapa macam kartu khususnya debit mungkin dari banknya tidak dapat digunakan untuk transaksi yang ditagihkan kedepan (pre-authorized payment) seperti langganan dan cicilan.

3. Data Kartu dan Pendukung:

– Pastikan masukkan nama card holder/pemegang kartu, 16 digit nomor kartu, expiry date dan CVV sesuai data dikartu dengan benar. Pastikan expiry date masih berlaku dan akun kartu masih aktif atau in good standing.
– Jika kartu tidak bernama seperti beberapa jenis kartu debit Visa Electron atau Prepaid maka masukkan nama sesuai di akun/rekening bank yang terdaftar.
– Untuk billing address masukkan sesuai data alamat distatement CC/tabungan (kecuali tidak diminta ataupun fitur non AVS). Note: Untuk kartu kredit/debit keluaran negara-negara diluar US/Canada/UK maka selain nomor kartu, expiry date, dan kode CVV untuk AVS (Address Verification System/Sistem verifikasi alamat billing) biasanya mungkin tidak terlalu dicek, bahkan nama card holder pun tidak dicek, ataupun jika bisa dicek hanya parsial/sebagian (ZIP/Kode Pos untuk Visa International, atau tergantung issuer bank/country). CC/Debit lokal dari Indonesia saat ini kebanyakan masih non AVS (kecuali untuk kartu American Express).
– Shipping address biasanya boleh berbeda asal masih 1 negara namun sebaiknya sama dengan billing address khususnya untuk customer baru (beberapa merchant mensyaratkan billing=shipping). Semua tergantung kebijakan dan risk analysis dari masing-masing pihak merchant.
– Pastikan fitur 3dsecure juga sudah diaktifkan oleh pihak bank untuk transaksi online 3dsecure dengan kartu kredit/debit. Meskipun tidak semuanya namun beberapa bank dan merchant dapat mewajibkan fitur 3dsecure (Verified By Visa/Mastercard Secure Code) didukung/diaktifkan untuk keamanan transaksi online khususnya di Indonesia. Jika fitur 3dsecure belum diaktifkan bisa saja transaksi kartu ditolak ataupun ada hold/pending review.
– Untuk transaksi online dengan 3dsecure menggunakan dynamic OTP pastikan handphone dalam keadaan hidup untuk menerima kode otentikasi tambahan dalam bentuk SMS/pop-up.

4. Nilai Transaksi dan Limit Total Belanja Kartu:

– Perhatikan nilai transaksi dan limit belanja kartu jika tersedia khususnya untuk kartu debit. Beberapa bank mungkin menerapkan limit belanja harian termasuk untuk jenis transaksi online dsb khususnya untuk kartu debit terlepas dari jumlah saldo/limit total tersedia dsb (Misalnya Debit Permata hanya bisa Rp 500.000,00 untuk transaksi online non CVV2/PayPal dsb). Juga untuk kartu kredit limit transaksi diluar withdrawal tunai biasanya sesuai total limit bulanan yang diberikan oleh pihak bank (beberapa jenis kartu kredit ekslusif dan charge card American Express tertentu bahkan mungkin bisa mempunyai limit sangat tinggi nyaris tidak terbatas) dan kartu kredit mungkin tidak mempunyai limit transaksi harian (daily spending limit) atau jenis tertentu seperti pada kartu debit (meskipun beberapa bank dapat menerapkan block/limit sementara untuk fraud alert), dan kartu kredit juga mungkin masih bisa ada fitur overlimit/overdraft (dengan fee tertentu dari bank). Untuk kartu debit dan SCC (khususnya di Indonesia dengan saving account) biasanya kebijakan bank tidak mendukung fitur overlimit ini. Untuk kartu debit sebaiknya dipastikan saja saldo lebih dari cukup, sedangkan untuk kartu kredit mungkin dapat mengajukan request approval kenaikan limit sebelumnya untuk menghindari overlimit fees ataupun declined transaction. Beberapa bank penerbit kartu kredit juga menyediakan fitur untuk mentop-up limit sementara (available balance/spending limit)/membayar “pra tagihan” kartu kredit dengan cara transfer instant lebih dulu. Hubungi bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya.
– Selain besar nilai transaksi juga mungkin saja akan berlaku limit jumlah transaksi yang bisa dilakukan berapa kali sehari seperti Debit BTN dan mungkin juga ada jenis limit/batasan transaksi lainnya dsb (tergantung bank issuer). Hubungi bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya.
– Jika digunakan diPayPal pastikan kartu kredit/debit yang ditambahkan sudah dikonfirmasi (dengan 4 digit code “PP1234”). Kartu yang sudah ditambahkan di akun PayPal namun belum dikonfirmasi mungkin bisa saja gagal dipakai bertransaksi atau limit pembayarannya yang terbatas dari PayPalnya sendiri (bukan dari pihak bank).

5. Nilai Per Transaksi Individual Berdasarkan Limit/Saldo Dari Kartu Kredit/Tabungan (Debit):

– Perhatikan nilai transaksi dan limit/saldo yang tersedia. Pada kartu kredit pastikan sisa limit masih cukup meskipun mungkin masih bisa ada fitur overlimit/overdraft (biasanya dengan fees tambahan), namun pada kartu debit yang terlink ke tabungan biasanya hanya tergantung jumlah saldo tabungan yang bisa dibelanjakan. Juga biasanya untuk tabungan selain ada limit transaksi harian biasanya ada jumlah saldo minimal yang harus tertinggal (locked) dan tidak bisa dibelanjakan nasabah (contoh: Bank Permata Rp 100.000,00 dsb).
– Untuk kartu debit sebaiknya dipastikan saja saldo lebih dari cukup, sedangkan untuk kartu kredit jika tidak dimungkinkan overlimit/overdraft mungkin dapat mengajukan request approval kenaikan limit. Beberapa bank penerbit kartu kredit juga menyediakan fitur untuk mentop-up limit sementara/membayar “pra tagihan” kartu dengan cara transfer instant. Hubungi bank penerbit kartu untuk lebih jelasnya.

6. Konversi Mata Uang dan Fees Transaksi Untuk Transaksi Khususnya Non Rupiah:

– Perhatikan nilai transaksi pada konfirmasi checkout akhir. Untuk transaksi online dibeberapa merchant lokal khususnya marketplace di Indonesia customer yang membayar dengan kartu kredit/debit kadang dibebankan surcharge untuk fee pemrosesan kartu kredit/debit payment gateway dalam Rupiah misalnya sekitar 2-3% dsb. Untuk merchant luar/overseas dengan mata uang non Rupiah biarpun biasanya surcharge tidak dibebankan ke customer namun terdapat konversi dan fees lain (misalnya cross border fees) yang dibebankan kenasabah oleh pihak bank dan card network yang besarnya bervariatif dan berfluktuatif sesuai kurs standar Visa/Mastercard Internasional dan pihak bank masing-masing pada hari itu (biasanya kadang bervariasi sekitar 2-3% dsb).
– Pastikan perbedaan total semua nilai ini juga masih dalam limit/saldo yang bisa dibelanjakan dari kartu diatas (jangan terlalu dipas2kan atau hanya berpatokan estimasi konversi kira-kira/kurs BI saja).

7. Sistem Keamanan Bank dan Jaringan:

– Perhatikan pola (pattern) transaksi yang biasa dilakukan. Untuk transaksi (khususnya online) dalam jumlah agak besar atau terlalu sering/berdekatan waktunya diluar pola yang biasa sebelumnya (unusual purchases), harap maklum jika beberapa sistem keamanan anti fraud bank untuk perlindungan nasabah kadang- kadang dapat mendeteksi dan menghubungi nasabah untuk konfirmasi transaksi atau bahkan memblokir/block temporer limit secara otomatis transaksi kartu kredit/debit (karena dianggap high risk/takut kemungkinan adanya transaksi fraud) tanpa meminta konfirmasi/notifikasi ke nasabah dulu (fraud alert). Jika ini terjadi biasanya nasabah setelahnya akan ditelepon bagian fraud pihak bank untuk menkonfirmasi. Namun jika tidak dihubungi dan ternyata block masih berlanjut mungkin bisa juga menunggu beberapa lama/jam dan mencoba lagi kemudian agar tereset sendiri (idealnya kadang bisa 24 jam). Jika masih tidak bisa karena ada kemungkinan sebab lain atau block/limit sementara maka sebaiknya menghubungi call center bank penerbit kartu untuk menkonfirmasi/fix.
– Transaksi juga bisa gagal karena ketidaktersediaan ataupun maintenance sistem/jaringan, tidak bisa terkirimnya kode OTP ke provider seluler (3dsecure) dsb.

8. Koneksi Internet:

– Pastikan koneksi internet baik dan tidak memakai proxy/hide IP/anonymizer dsb apa adanya saja sesuai dengan lokasi negara di Indonesia.
– Beberapa IP Address/Providers/Countries dapat masuk black list situs merchant tertentu.
– Jika menggunakan PayPal lebih baik login dengan device (PC/aplikasi mobile) yang sering/sudah biasa digunakan sebelumnya dengan koneksi internet yang lancar dan stabil (dynamic IP OK but static IP is preferred).

9. Khusus Akun PayPal:

– Jika menggunakan PayPal sebaiknya pastikan akun PayPal sudah terverifikasi dan tak bermasalah (verified and in good standing), kartu kredit/debit anda sudah dikonfirmasi ataupun saldo PayPal mencukupi. Jika menggunakan funding source kartu kredit/debit pastikan transaksi tidak melebihi limit khusus transaksi serta balance pada kartu (limit belanja juga dapat berbeda/spesifik setiap kartu/bank) dan juga tidak ada gangguan ataupun maintenance pada sistem bank issuer.
– Beberapa merchant khususnya diluar Ebay lebih suka mensyaratkan akun PayPal yang sudah full terverifikasi dengan alamat terkonfirmasi ataupun sudah ada kartu kredit/debit aktif yang terlink (jika tidak mungkin transaksi akan ditolak/refund).
– Jangan terlalu sering sekali login ke akun PayPal dengan device dan IP address yang berbeda-beda (misalnya di warnet). Biasakan selalu pakai hanya beberapa device yang anda punya sendiri.
– Jika menggunakan browser/PC dan transaksi masih gagal coba bersihkan dulu cache browser dan history browser anda (bisa manual sendiri dari browser atau dengan program seperti CCleaner dsb), atau coba ganti dengan browser lainnya (misalnya dari Firefox ke Chrome dsb).
– Transaksi yang menggunakan aplikasi mobile PayPal dan Ebay (Android dan iOS) biasanya lebih jarang terganggu daripada browser/PC.
– Jika transaksi masih gagal juga coba tunggu sampai 24 jam sampai sistem akun PayPal tereset sendiri lalu coba lagi. Kadang-kadang hal ini terjadi oleh “Security Measure” sistem keamanan PayPal misalnya untuk akun dan kartu yang masih baru, device/IP baru, pola transaksi yang besarnya tidak seperti biasanya dsb. Atau dapat juga menghubungi CS PayPal misalnya lewat e-mail/telepon atau di Facebook resmi PayPal jika mungkin ada sebab lain dan perlu direset akunnya secara manual oleh PayPal.

10. Dst… 😀

Jika setelah hal-hal diatas ternyata pembayaran order/transaksi online anda masih bermasalah ataupun gagal, disarankan untuk sebaiknya menghubungi pihak merchant/payment gateway (misalnya Ebay/PayPal) ataupun bank penerbit kartu kredit/debit anda untuk solusi terbaiknya. Anda juga dapat switch mencoba opsi/alternatif metode pembayaran ataupun kartu kredit/debit lainnya sebagai backup payment method anda jika tersedia (recommended).

 

Sebagai tambahan selain menghindari resiko kegagalan transaksi online diatas, yang tak kalah bahkan jauh lebih penting adalah menghindari resiko anda menjadi korban penipuan/scam serta menjaga keamanan data kartu kredit dan debit anda dari fraud atau pencurian dan penyalahgunaan secara online:

  • Selalu melihat rating/review situs merchant/marketplace yang digunakan untuk berbelanja online di internet khususnya untuk situs baru/kurang terkenal untuk menghindari resiko scam.
  • Pastikan situs memakai secure page (https:// warna “hijau”) dengan sertifikasi SSL dan enkripsi valid setidaknya pada saat login dan penyimpanan data-data penting akun serta pembayaran untuk transaksi.
  • Buatlah password yang secure/tidak simple jika diperlukan untuk login akun pada setiap situs, dan bedakan password tersebut jika memakai email yang sama dengan password login pada akun email dan PayPal. Juga jangan gunakan email yang disposable (temporer/daur ulang) karena dapat saja diakses pihak lain. Selalu ingat/simpan data-data pribadi baik-baik, jangan sampai mudah diketahui oleh orang lain.
  • Jika situs baru/kurang terkenal tidak seperti Amazon, Tokopedia, Lazada dsb akan lebih baik jika memakai payment gateway yang terpisah untuk memproses pembayaran kartu kredit/debit juga dengan otentikasi 3dsecure ataupun PayPal dsb khususnya jika data kartu bisa disimpan. Penggunaan kartu virtual temporer jika diterima mungkin dapat lebih aman daripada langsung menggunakan nomor kartu asli dsb.
  • Pastikan device seperti komputer dsb bebas malware dan keylogger dengan antivirus dan update terbaru dsb. Ketika login/transaksi sebaiknya menggunakan device kepunyaan sendiri jangan ditempat umum/warnet dsb dengan koneksi yang mungkin kurang secure dsb.
  • Selalu periksalah laporan transaksi secara berkala, jika menemukan transaksi apapun yang mencurigakan/tidak sesuai/sudah dipastikan tidak dilakukan oleh anda (unauthotized charges) dengan kartu kredit/debit segera laporkan ke pihak bank untuk diblokir dan diganti kartunya serta membuat laporan sanggahan transaksi (dispute), dimana jika memang terbukti valid maka uang anda akan dikembalikan/tidak akan ditagihkan setelah proses investigasi dan chargeback bank selesai, termasuk jika ada masalah pada transaksi yang tidak bisa diselesaikan dengan merchant sebelumnya dsb sebagai bagian perlindungan hak nasabah oleh pihak bank/hukum terhadap penipuan dan didukung oleh ketentuan umum pihak Visa/Mastercard International. Jika menggunakan PayPal anda juga dapat mendispute transaksi lewat PayPal terlebih dahulu daripada pihak bank dst.
  • Jika memungkinkan selalu prioritaskan penggunaan kartu kredit daripada kartu debit jika ada untuk transaksi online khususnya yang lebih bersifat high risk atau tidak memakai PayPal dsb karena biar bagaimanapun jika ada fraud/penipuan maka proteksi/perlindungan nasabah kartu kredit seperti diatas biasanya prakteknya lebih baik daripada nasabah kartu debit/tabungan oleh pihak bank, dan juga tidak langsung mendebit uang tabungan nasabah seperti pada kartu debit.
  • Jika sering menggunakan kartu kredit/debit untuk pembelanjaan in store (EDC) serta ATM sebaiknya gunakan kartu bank yang sudah berchip untuk meminimalisir resiko skimming (dibajak dan digandakan) dan tutupilah kode CSC/CVV 3 angka dibelakang kartu (misalnya dengan selotip hitam) untuk meminimalisir resiko direkam/dihapal orang lain untuk digunakan buat transaksi online tanpa seizin anda.
  • Jagalah selalu kartu kredit/debit anda baik-baik termasuk PIN dan datanya, jika harus dipinjamkan hanya kepada orang yang benar-benar anda percayai saja dan selebihnya akan menjadi tanggung jawab anda sepenuhnya. Jika dipastikan kehilangan dsb segeralah hubungi pihak bank untuk diblokir dan diganti yang baru, dan juga pastikan laporan transaksi terakhir diperiksa.

Dst…

 

Hope This Helps! 🙂

 

DAFTAR KARTU DEBIT INDONESIA UNTUK PAYPAL DAN BELANJA ONLINE (UPDATE):
http://amirz123.blogspot.co.id/2016/12/daftar-kartu-debit-indonesia-untuk.html